[Short story] We were Talking

A/N : Short story ini merupakan lanjutan dari She’s know my name

Critics and opinion are welcome 🙂
 14b4bff3aea54f922f97985fa1607cd6

Tae Rin tidak tahu mengapa akhir-akhir ini ia merasa seperti di ikuti seseorang. Banyak berita di surat kabar yang memberitakan kalau akhir-akhir ini banyak penculikan yang di alami oleh pelajar perempuan tingkat SMA di Korea. Entahlah, Tae Rin hanya takut jika ia adalah satu dari segelintir pelajar SMA yang menjadi korban penculikan. Tae Rin buru-buru menepis pikirannya yang sedikit melantur, lagipula saat ini masih siang dan sangat kecil kemungkinan ada penculik di siang hari.

‘tuk’

Tae Rin cepat-cepat membalikan badannya saat mendengar bunyi sesuatu yang mencurigakan. Tidak terlalu mencurigakan sebenarnya, tapi saat ini Tae Rin sedang dilanda kecemasan. Setiap orang yang dilanda kecemasan pasti sangat sensitif oleh sesuatu.

Saat tidak menemukan tanda apapun, Tae Rin melanjutkan perjalanannya menuju halte bus. Hari ini adalah hari Jum’at, ia harus mengikuti les biola. Sudah sedari 2 tahun lalu ia mengikuti les biola ini, Eomma yang merekomendasikannya pada Tae Rin setelah cemas melihat anak perempuannya yang selalu mengikuti kegiatan olahraga yang menegangkan. Sebenarnya kegiatan tersebut sangatlah baik, tetapi kegiatan olahraga yang di ikuti Tae Rin sangatlah tidak biasa. Tae Rin ikut dalam olahraga panjat tebing, salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolahnya.

Orangtua mana yang tidak cemas saat mengetahui kalau anak gadisnya mengikuti olahraga yang terbilang menyeramkan itu. Jadi, Eomma merekomendasikan les biola tersebut kepada Tae Rin. Awalnya Tae Rin menolak, tetapi setelah beribu-ribu bujukan yang ditawari Eomma, Tae Rin menyerah.

Disisi lain, sebenarnya apa yang di rasakan Tae Rin memanglah benar. Ia di kuntit oleh seseorang laki-laki yang penasaran sekali kepadanya. kalau di hitung-hitung lelaki ini sudah menguntit Tae Rin sejak seminggu yang lalu. Ia bukan penculik atau sebagainya, ia tidak memiliki catatan kriminal apapun. Namun, jika sudah berada di lingkungan sekolah Nowon High School, ingin bertanya kepada siapapun mengenainya, pasti semua orang akan menampakan mimik wajah yang tidak mengenakan. Lelaki ini merupakan salah satu orang yang di takuti di Nowon High School.

“Tae Rin les biola? Aku harus menguntitnya sampai kedalam tempat ia latihan?” Tanya Kyu Hyun lebih kepada diri sendiri.

Saat ini Tae Rin sedang berjalan menuju halte bus yang jaraknya masih 500 meter lagi. Tae Rin tidak diizinkan membawa mobil oleh ibunya karena memang ia belum cukup umur untuk mengemudikannya, alasan lain adalah karena Tae Rin merupakan anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, mereka tidak ingin kehilangan Tae Rin. Berlebihan memang, Tae Rin saja sampai ingin mengubur dirinya sendiri saat mendengar penuturan ibunya yang kelewat berlebihan.

Kyu Hyun sebenarnya membawa motornya, tapi tidak mungkin jika ia menggunakan motornya saat menguntit Tae Rin seperti ini. Bisa-bisa ia ketahuan. Ngomong-ngomong Kyu Hyun juga tidak tahu alasannya menguntit Tae Rin semingguan ini. Ia sangat penasaran sekaligus semakin menyukai Tae Rin semenjak kejadian di perpustakaan beberapa minggu lalu. Walaupun kejadian tersebut sangat tidak enak untuk di ingat.

“Aduh.” Kyu Hyun memijat pelipisnya saat tidak sengaja menabrak sesuatu di depannya. Mendongakan wajahnya ke atas, ia melihat seorang polisi berbadan gempal sedang mengamatinya dari atas sampai bawah. Kyu Hyun meringis lalu membenarkan posisi berdirinya yang setengah jongkok. Belum lagi ia menggunakan topi hitam dan masker hitam. Bagaimana tidak mencurigakan untuk polisi itu?

“Nak, jelaskan padaku kenapa keadaan anda seperti ini.” Perintah polisi kepada Kyu Hyun.

“Keadaan seperti apa maksud Ahjussi?” Jawab Kyu Hyun, sambil melepaskan maskernya.

Polisi itu menunjuk Kyu Hyun dari atas sampai bawah.

Kyu Hyun meringis saat melihat ke sekeliling bahwa ia menjadi tontonan orang-orang.

“A-aku hanya sedang…..” Kyu Hyun terbata, pikirannya benar-benar blank, ia tidak tahu harus menjawab apa. Tidak mungkin kan kalau ia menjawab sedang menguntit Tae Rin? Gila, ia tidak mau menyerahkan diri begitu saja kepada polisi ini, itu merupakan gagasan tolol yang singgah di otaknya.

“Permisi Ahjussi, kenapa dengan teman saya ini?”

Saat Kyu Hyun masih berkutat dengan pikirannya, ada sebuah suara yang menyadarkannya kembali ke dunia nyata. Ia tahu suara itu. Itu suara Tae Rin.

Kyuhyun meringis lalu memukul kepalanya pelan. Ia merutuki kebodohannya. Seharusnya ia tidak usah mengenakan pakaian serba hitam seperti ini, ditambah dengan masker dan topi hitam. Membuat orang curiga saja.

“Lelaki ini teman anda nona?” Tanya polisi itu pada Tae Rin.

Tae Rin mengangguk, “Ya, dia bersama saya Ahjussi.

Polisi itu agak sedikit tidak terima mendengar penuturan Tae Rin, menurutnya lelaki di depannya ini sangat mencurigakan, sebagai penegak hukum ia harus menjadi orang yang bertanggung jawab.

“Baiklah, ayo kita bicarakan ini di pos saya, dan bawa teman anda ini.” Sebelum pergi polisi itu memicingkan matanya ke arah Kyu Hyun.

~~~~

“Aku berhutang kepadamu.” Kyu Hyun merenggangkan otot-otot nya yang terasa kaku setelah melakukan introgasi konyol dengan polisi tadi. Bayangkan saja, ia harus menjawab beberapa pertanyaan yang sangat tidak masuk akal, dan harus bertahan selama kurang lebih 30 menit.

Bahkan ia hampir tertawa terbahak-bahak saat polisi itu menanyakan apakah ia salah satu agen atau mata-mata swasta yang di sewa seseorang untuk menguntit musuhnya. Gila. Bahkan hal itu tidak terpikirkan sama sekali oleh Kyu Hyun. Namun pertanyaan polisi itu yang terakhir kalinya ada benarnya, ia menguntit seorang gadis.

Tae Rin berhenti sebentar, lalu menengokan kepalanya ke arah Kyu Hun. “Kyu Hyun-ssi, bagaimana kau mentraktirku ice cream?”

Kyu Hyun terpaku di tempatnya. Tae Rin menawarkan waktu luang untuknya, bukankah itu kesempatan bagus untuknya? Kapan lagi ada kesemptan seperti ini datang kepadanya. Kyuhyun pun spontan menganggukan kepalanya antusias dan tanpa sadar menarik tangan Tae Rin menuju kedai ice cream terdekat.

Mereka berlari ─lebih tepatnya Kyu Hyun yang mengajak Tae Rin berlari. Banyak tatapan tidak suka yang di tujukan orang-orang saat merasa risih akan sikap Kyu Hyun yang menerobos sekumpulan orang-orang yang berlalu lalang di jalan itu. Wajah Tae Rin sudah merah padam, jantungnya berdebar saat mengingat tangannya berada di genggaman Kyu Hyun ─ini pertama kalinya seorang laki-laki mengenggam tangannya.

Saat Kyu Hyun menemukan kedai ice cream, ia langsung masuk kedalam. Tanpa menanyakan Tae Rin terlebih dahulu, ia langsung memesan 2 ice cream strawberry. Tae Rin masih terengah-engah setelah berlari bersama Kyu Hyun. Sesaat kemudian ia tersenyum. Kalau saja tadi ia pergi ke tempat les dan tidak bertemu dengan Kyu Hyun mungkin kejadiannya tidak seperti ini ─sangat menyenangkan untuk Tae Rin.

Tae Rin merasa Kyu Hyun melepas genggaman tangan mereka, ada sebersit perasaan kecewa saat mengetahui itu. Kyu Hyun beralih memegang 2 cone ice cream strawberry ─mengedikan dagu kearah Tae Rin agar gadis itu mengikutinya. Kyu Hyun memilih untuk duduk di bangku terpojok dekat jendela. Ia menyerahkan satu ice cream-nya kepada Tae Rin. Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam. Memakan ice cream dengan penuh ketenangan.

“Tae Rin-ssi.” Panggil Kyu Hyun.

Tae Rin mendongak, melihat Kyu Hyun dengan berbagai pertanyaan di benaknya. “Apa?” sahut Tae Rin kemudian.

“Kau tidak les?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Kyu Hyun. Kyu Hyun merutuki pertanyaan yang ia lontarkan kepada Tae Rin. Seharusnya ia tidak menanyakan itu.

“Oh! Kau tahu kalau aku les?” Tae Rin bertanya balik.

“Tidak─hanya sa─ja, yah i─itu a─aku melihat biola di─ tanganmu.” Akhirnya Kyu Hyun menjawab pertanyaan itu dengan sedikit terbata.

Tae Rin tersenyum. “Bagaimana kau bisa tahu ini biola?” Tae Rin mengangkat tas biola miliknya lalu mengeluarkannya.

“Aku sering melihatnya.”

“Oh begitukah?” Tae Rin manggut-manggut. “Kau mau aku memainkannya?”

“Eh─? Disini? Di tempat ini?” Tanya Kyu Hyun lagi sambil mengamati sekeliling. Disini banyak sekali orang-orang.

“Iya,”  Tae Rin mengangguk, “Bagaimana?” Tae Rin memakan gigitan terakhir ice cream-nya.

“Sebagai tanda terima kasih-ku untuk ice cream darimu.”

“Ah tidak perlu seperti itu, itu kan tanda terima kasih untukmu karena sudah menyelamatkanku dari polisi itu.” Kyu Hyun berkilah, sebenarnya ia sangat ingin melihat dan mendengarkan permainan Tae Rin. Kyu Hyun penasaran, siapa juga yang tidak akan penasaran dengan gadis yang kau sukai? Hanya saja Kyu Hyun terlalu malu. Ia memang payah.

Tahu-tahu saja Tae Rin sudah menempatkan biolanya dan bersiap memulai permainannya.

“Tunggu!” Kyu Hyun spontan mengacungkan tangannya, membuat Tae Rin bertanya-tanya, apalagi yang salah?

“Itu ─anu ─ada aissh─”

Kyu Hyun memajukan tubuhnya, membuat Tae Rin secara reflek memundurkan tubuhnya ─juga.

“A─ada apa?” Tanya Tae Rin.

“Diam di tempatmu.” Perintah Kyu Hyun.

Tae Rin diam, memandang Kyu Hyun dengan penuh tanda tanya. Ia bersiap memejamkan matanya saat tubuh Kyu Hyun berjarak tipis darinya. Saat matanya terpejam, ia merasakan sesuatu telah menyentuh sisi bibirnya dan mengelapnya secara lembut. Tae Rin membuka matanya, menghembuskan nafasnya karena ternyata Kyu Hyun hanya membersihkan sisi bibirnya. Ia merutuki pikirannya yang telah berpikir macam-macam saat Kyu Hyun mendekatinya.

Ternyata mengobrol dengan seseorang yang kau sukai memanglah sangat sulit. Itu yang di pikirkan Kyu Hyun. Kau harus terlihat biasa-biasa saja di hadapannya. Tanpa terlihat transparan kalau kau menyukainya. Untuk hari ini Kyu Hyun merasa senang, karena walaupun mengobrol karena kejadian tidak di sengaja, setidaknya ia berhasil mengobrol dengan Tae Rin di luar sekolah. Walaupun tujuan awal mengikuti Tae Rin bukanlah seperti ini. Mungkin dengan kejadian ini juga ─esok, lusa atau seterusnya  ─Kyu Hyun tidak perlu merasa canggung lagi seperti orang asing yang saling tidak mengenal satu sama lain.

Advertisements

Suka? Isi kolom di bawah ini ya^^ thanks~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s