A ‘Happy’ Goodbye

Mei tidak ingin diatur oleh siapapun, termasuk pacarnya. Apa itu salah?

Wily hanya mencoba menjadi pacar yang baik untuk Mei. Apa ia salah?

***

Mei bukanlah tipe orang yang senang di atur-atur oleh semua orang, termasuk orang tua atau bahkan pacarnya. Saat ia memutuskan untuk menerima Wily menjadi pacarnya, sebenarnya tidak ada perasaan khusus. Mei melihat Wily sebatas teman yang baik di matanya. Tanpa pertimbangan apapun, Mei menerima Wily menjadi pacarnya.

Hari demi hari berlalu, sikap Wily terhadapnya terus berubah secara signifikan. Wily sangat over-protective dan pemaksa. Sampai beberapa konflik muncul di hubungan mereka.

Awalnya, Mei bisa mentolerirnya. Tapi, sikap Wily yang sangat over terus berlanjut di kemudian harinya. Mei tidak bisa terus begini saat seseorang mengatur hidupnya, sekalipun Wily adalah pacarnya. Wily bukan orangtuanya, kan? Wily juga belum menjadi suaminya. Bagaimana kelak kalau-kalau mereka menikah? Mei menepis pikirannya, mereka tidak akan sampai ke tahap yang paling serius, lagipula dari awal hubungan mereka, Mei tidak benar-benar mempunyai perasaan terhadap Wily, kan?

Lalu, setelah beberapa hari tidak menjalin komunikasi, Wily mengirimkan Mei pesan teks, menyuruh Mei menemuinya di tempat mereka biasa bertemu. Mei tidak membalasnya, tapi Mei tahu kalau dirinya harus datang.

Wily sudah duduk di café itu sejak beberapa menit yang lalu, tidak terlalu lama. Bahkan Wily baru saja mengirimkan Mei pesan teks. Wily menimbang lagi permasalahannya, Tapi sebenarnya ia tidak perlu menimbang apa-apa lagi kali ini karena toh ia sudah memikirkannya semalaman suntuk tentang masalah ini.

Wily mengangkat kepalanya, menyadari ada seseorang yang sudah mengambil tempat duduk di depannya. Wily hanya bisa tersenyum lega saat ia melihat wajah cantik Mei yang beberapa hari ini tidak di lihatnya.

“Hai,” Sapa wily, membuka percakapan.

Mei hanya mengangguk, di benaknya saat ini. Mei hanya ingin pertemuan ini cepat-cepat selesai dan ia bisa tidur di kasur empuknya.

“Aku ngajak kamu kesini cuman mau bilang sesuatu…” Wily berhenti sebentar, lalu melirik Mei yang kini sedang mengerutkan dahinya. Wily menghembuskan nafasnya.

“Aku bakal pergi ke Amerika untuk nerusin kuliahku, papa yang rekomen ke aku dan aku setuju.”

“Jadi? bisa kamu langsung ke topik utamanya?” Mei tahu wajahnya kali ini mungkin sedikit terlihat tidak mengenakan tapi jauh di lubuk hatinya, ia berdebar-debar, pikirannya menyimpulkan berbagai macam kemungkinan.

“Aku tau mungkin setelah aku kesana kita nggak bisa keep in touch terlalu sering, aku juga tau kamu gak akan tahan kalau kita long distance relationship.” Wily merasakan jantungnya berdebar, ia tidak mungkin mengatakan ini kepada Mei.

“Terus?” Tanya Mei penasaran.

Wily memejamkan matanya, lalu menghembuskan nafasnya untuk yg kesekian kali. “Kita udahan aja ya.”

Tanpa menunggu lama lagi Mei menjawab, “Ya.” Mei bangkit berdiri dari duduknya. Mei tidak tahu perasaan Wily seperti apa saat ini, wajahnya menggambarkan kalau pria ini sedang frustasi.

Sesampainya di luar café secara tidak sadar Mei tersenyum dan menghembuskan nafasnya lega.

“Akhirnya ya tuhan…. aku gak perlu bersusah payah untuk mutusin Wily,” Lalu Mei berjalan menjauh dari café itu dengan senyum yang merekah di bibirnya. Mei tidak sedih, justru ia sangat bahagia, Mei sangat berterimakasih kepada Wily karena keputusan Wily beberapa menit yang lalu membuat segalanya mudah lagi untuk Mei, sebelum Wily menjadi pacarnya.

Terimakasih Wily.

 

***

Well, sebenarnya cerita ini sudah di post pertama kali di wattpad-ku. Karena sekarang-sekarang  ini aku gak bisa update tulisan terbaru, akhirnya aku masukin cerita ini ke wordpress 😀

Advertisements

Suka? Isi kolom di bawah ini ya^^ thanks~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s