[Short Story] She’s Know My Name

Aku iseng buat ini kkkk

~~~~~
Gadis dengan siluet tubuh semampai berseragamkan khas sekolah nowon high school dengan rambut lurus sebahu berhiaskan bandana itu sedang dalam posisi tidak menguntungkan. Bagaimana tidak, barusan dia menyenggol seseorang sampai jatuh terjerembab di atas lantai koridor sekolah dengan posisi paling menjijikan yang pernah ia lihat. Dan parahnya lagi seseorang itu adalah orang yang ia ketahui sebagai anak lelaki paling di takuti di sekolah. Cho Kyu Hyun.

Well, ia tidak sengaja menjatuhkan KyuHyun kan? Jadi ia tidak perlu takut akan di habisi, seperti yang terjadi kepada anak perempuan dari kelas 2-4 bernama Kim Go Sun.

Go Sun, gadis kutu buku itu memang sangat ceroboh, bagaimana bisa ia membawa setumpukan buku dari perpustakaan sampai menghalangi pandangannya, lalu kemudian anak perempuan itu menabrak Kyu Hyun yang sialnya tengah berbicara dengan teman-temannya di ujung koridor kelas.

Go sun yang saat itu tidak melihat apapun di depannya, dengan tidak sengaja menabrak Kyu Hyun lalu membuat Kyu Hyun tersungkur dengan wajah yang mendarat di lantai dan di susul dengan buku yang jatuh di atas pantatnya.

Dengan kejadian itu Kyu Hyun merasa di permalukan di hadapan teman-temannya dan juga beberapa murid yang memang saat itu banyak yang berada di luar kelas, riuh tawa pun memenuhi koridor itu. Kyu Hyun dengan muka merah padamnya langsung menyeret Go Sun dengan berapi-api.

Seminggu setelahnya diketahui bahwa Go Sun di hukum menjadi pelayan Kyu Hyun, setiap harinya Kyu Hyun selalu menyerahkan pekerjaan rumahnya kepada Go Sun, dan menurut kabar hukuman itu masih berlangsung sampai saat ini, berarti sudah 4 bulan Go Sun mempunyai PR tambahan. Pasti sangat merepotkan, padahal PR untuk diri sendiri saja sudah menumpuk, bagaimana jika mengerjakannya berlipat ganda?

Tapi, bukankah sama? Kasus Go Sun dan dirinya terjadi karena ketidaksengajaan? Apakah KyuHyun akan menghukumnya seperti… Go Sun?
Tidak, ia tidak mau masa sekolahnya di hiasi dengan kejadian semengerikan itu.

Kembali pada kejadian saat ini, gadis itu yang diketahui bernama Kim Tae Rin, masih terdiam di tempatnya, mengamati Kyu Hyun yang perlahan bangun dari atas lantai. Koridor terlihat sepi, karena memang saat ini pelajaran masih berlangsung. Bersyukurlah Tae Rin karena setidaknya, KyuHyun tidak mendapat tawaan dari orang-orang.
Kyu Hyun bangkit, mimik muka nya sangat tidak mengenakan, terlihat jelas kalau dia tengah menahan amarahnya. Bagaimana bisa kejadian seperti ini terulang lagi. Perlahan ia berbalik dan mendapatkan sosok yang ia ketahui sebagai anak perempuan dari kelas 2-1 yang terkenal sebagai anak emas guru-guru di sekolah ini.

Perlahan amarahnya menghilang di gantikan kegugupan. Sial, ia tidak bisa memarahi gadis itu.

Lihat saja, dengan wajah semanis dan secantik itu, dengan mata penuh ke khawatiran yang terpancar jelas di matanya. Tidak, Kyu Hyun tidak bisa memperlakukannya seperti anak perempuan tempo lalu. Lalu tanpa disangka, Kyu Hyun merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
“Kau… Tidak apa-apa?” pertanyaan itu terlontar dari bibir manis TaeRin. Ugh. Ia ingin meninju dadanya karena detakan itu di rasakan semakin cepat saja.

Tae Rin panik, Kyu Hyun tidak menjawab pertanyaannya–eh atau belum?

Tapi Tae Rin sangsi Kyu Hyun akan menjawab sementara di lihatnya wajah Kyu Hyun dengan tatapan gelapnya itu dirasakan sangat mengintimidasinya. Baru saja Tae Rin akan membuka mulutnya, terdengar pekikan seseorang. Tae Rin menengok ke belakang dan mendapati Jang seonsaengnim sedang berjalan ke arahnya.
“Tae Rin, kenapa lama sekali?” seru Jang seonsaengnim.
“Ah, maaf pak.” Tae Rin menundukan kepalanya, merasa bersalah. Keadaaan hening sebentar, sampai…
“Tadi, saya memintanya untuk membantu saya pak,” tanpa di duga Kyu Hyun akhirnya bersuara. “Begitukah?” Jang seonsaengnim mengkonfirmasikannya pada Tae Rin. Tae Rin masih terkaget, tapi sejurus kemudian ia mengangguk.
“Baiklah, ayo cepat masuk. Dan kau Kyu Hyun, cepat masuk kelasmu,” perintah guru Jang.
Keduanya menganggukan kepalanya lalu perlahan berjalan berlawanan arah.

~~~~
Kyu Hyun tidak tahu mengapa ia semakin sering saja melamunkan anak perempuan itu. Setiap hari di pikirannya hanya ada anak perempuan itu. Aneh sekali. Ditambah detak jantungnya yang akan berdetak lenih saat melihat gadis itu yang berada si pandangannya. Tuhan, Kyu Hyun membutuhkan psikiater. Secepatnya.

Max, yang berlabelkan -sahabat sampai mati- Kyu Hyun juga tidak tahu dengan cara apalagi mengembalikan Kyu Hyun yang dulu. Max angkat tangan. Sudah genap 3 minggu sahabatnya memiliki ‘kelainan’ ini. Kyu Hyun belum cerita apapun padanya. Jadi, ia tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi pada Kyu Hyun.

Sebenarnya, ‘kelainan’ ini tidak ada ruginya juga, pasalnya semenjak Kyu Hyun berperilaku seperti ini, ia terlihat lebih rajin dengan wajah yang selalu merona cerah, ini terlalu tidak biasa untuk max yang notabene nya adalah sahabat Kyu Hyun dari kecil.

“Hey Kyu, mau tidak ikut denganku?” tanya Max saat pelajaran fisika yang mulai membuatnya bosan.

“Kemana?” Kyu Hyun menimpal.

“Ke kelas 2-1, aku ingin mengambil earphone yang dipinjam JongHyun kemarin.”
Alis KyuHyun terangkat, kelas 2-1? Itu adalah kelas TaeRin. Mungkin saja ia bisa melihat TaeRin sebentar.

“Sekarang?” bisik Kyu Hyun.
Max mengangguk. Kyu Hyun berpikir sejenak, kalau sekarang ia tidak bisa, bagaimana kalau TaeRin melihatnya saat pelajaran sedang berlangsung? Citranya di mata TaeRin akan semakin buruk, ia tidak mau TaeRin menganggapnya sebagai anak lelaki yang hanya bisa mengacau saja. Tidak, ia benar-benar tidak bisa.

“Bagaimana kalau nanti saja? Saat istirahat?” usul Kyu Hyun.

“Yah Kyu, ada apa sih denganmu? Ayolah, kau tau aku sangat tidak menyukai pelajaran ini?” Ya, Kyu Hyun tau itu, ia juga tidak menyukai pelajaran ini.

Tapi, sekarang ia mulai menyukainya, demi membangun citra yang baik dimata Tae Rin, baru saja ia ingin bertaubat, kenapa banyak sekali gangguannya.

“Tidak bisa, kau ingat terakhir kali kita mecoba kabur? Yoon seonsaengnim menghukum kita habis-habisan.” Akhirnya Kyu Hyun menolak dengan tegas.

“Baiklah, terserah padamu saja.” Akhirnya Max mengalah, ia melorotkan bahunya lemas.

Sahabatnya tidak pernah seperti ini dulu. Sahabatnya itu benar-benar ingin berubah. Mungkin ia juga harus berubah.

~~~~
Tae Rin berjalan dengan anggun melewati koridor sekolah yang sudah sepi dari murid-murid, jam sekolah sudah berakhir setengah jam yang lalu, ia berbelok ke arah perpustakaan. Ruangan itu sepi, hanya ada penjaga perpustakaan yang biasa dipanggil nyonya Park oleh anak-anak. Wanita itu tersenyum melihat kedatangan Tae Rin.

“Mencari buku apa kali ini?” Tanya nyoya Park dengan ramah.

“Ah, aku ingin mencari buku toefl, lusa ada test.” Tae Rin selesai menulis namanya di buku absen, sedikit berjengit ketika mendapati nama Cho Kyu Hyun juga datang ke perpustakaan ini.

KyuHyun bukan tipikal orang yang mau bergelut di dalam perpustakaan dengan buku tebal berdebu.

“Eoh, ada test? Semoga kau berhasil, aku tau kau bisa Tae Rin-a.” Nyonya Park mengepalkan kedua tangannya di udara. Memberi semangat kepada Tae Rin, seperti anak-anak muda saja.

Tae Rin tersenyum sambil mengangguk pasti. Lalu, ia mulai menyusuri rak-rak buku mencari buku toefl-nya. Lebih efisien kalau dia meminjam di perpustakaan daripada harus membelinya di toko buku, ia harus irit dengan pengeluarannya, sekalipun untuk keperluan sekolah, bukankah lebih baik meminjam di perpustakaan kalau memang ada?

Tae Rin berjalan dengan hati-hati sambil jemari lentiknya menyusuri setiap buku yang ada. Tanpa di duga, ada sebuah kaki yg menghalanginya, tanpa persiapan apapun tubuh Tae Rin jatuh dengan rok yang tersingkap memperlihatkan dalamannya. “Aaaaaaaa-mmpphhtt.” Taerin berusaha teriak tetapi ada tangan besar menutupi mulutnya, ia membelakak kaget saat mengetahui pemilik tangan itu. Tangisannya pecah, Tae Rin terisak.

“Hiksss..hiksss eomma.” Kyu Hyun -pemilik tangan itu- menyadari jika Tae Rin sedang menangis. Ia panik dan langsung berdiri, ia meremas rambutnya frustasi. Kyu Hyun tidak permah sepanik ini melihat anak perempuan menangis. Tapi ini berbeda, ia menangisi Tae Rin. Matilah kau Cho Kyu Hyun.

“hiksss.. Eomma aku malu…”

Tae Rin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia merasa malu, rok nya tadi tersingkap dan dalamannya juga pasti terlihat, kalau dengan anak perempuan lain itu tidak masalah, sama sekali. Tapi ini Kyu Hyun! Anak lelaki yang di takuti oleh satu sekolah! Terkecuali para sahabatnya.

Perlahan Kyu Hyun mendekat lalu berjongkok di samping Tae Rin.

“Ma-maaf.” Ujar Kyu Hyun pelan–hampir berbisik.

Isakan Tae Rin mulai terhenti. Lalu anak perempuan itu mendongakkan wajahnya, dengan masih berlinang air mata.

“Kau melihatnya, kan?” tanya Tae Rin tanpa basa-basi.

Sontak wajah Kyu Hyun menjadi merah padam. Demi tuhan, baru kali ini ia melihat nya secara langsung. Warna pink.

Tidak, Kyu Hyun menggeleng dengan pipi merona malu.

“Apa? Kau melihatnya atau tidak?” tuntut Tae Rin.

Kyu Hyun masih diam tak bersuara. Bagaimana ia harus menjawabnya? Apakah ia harus jujur? Tapi bagaimana kalau anak perempuan ini menangis lagi?

“Mmm, ya dan tidak.” Jawab Kyuhyun kaku. Ia benar-benar bingung mau menjawab apa.

“Maksudmu?” Tae Rin menatap Kyu Hyun dengan pandangan bertanya.

“Ya, aku melihatnya..” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan TaeRin sudah menenggelamkan wajahnya lagi kedalam telapak tangannya. KyuHyun panik.

“Hey, ya! Tapi tidak! Aku hanya melihatnya sedikit, sungguh!” jawab Kyuhyun terbata-bata.

“Benarkah?”

“Ya.” KyuHyun mengangguk pasti.

TaeRin berusaha meyakinkan hatinya kalau jawaban Kyu Hyun memang jujur, lalu ia mulai menerimanya.

Masih dengan wajah merona, Kyu Hyun membalikan badannya hendak mengambil buku yang ia baca tadi, lalu pergi secepatnya dari hadapan Tae Rin.

Ia tidak bisa berlama-lama satu ruangan dengan anak perempuan itu.

Alis TaeRin mengerut saat dilihatnya Kyu Hyun menenteng buku yang ia cari sedari tadi.
“Kyu Hyun-ssi.” Seru Tae Rin pada Kyu Hyun.
Apakah ia tidak bermimpi? Tae Rin memanggilnya. Jadi, Tae Rin tau namanya? Kini detak jantungnya mulai ber-euforia lagi. Sial. Ia suka ini.

Kyu Hyun berbalik dan mendapati Tae Rin sudah berdiri sambil membersihkan bajunya dari debu.

“ya? Kau memanggilku?” tanya Kyu Hyun.

Tae Rin mengangguk. “Kau menemui buku itu dimana? Aku ingin pinjam.” Tae Rin menunjuk buku yang sedang dibawa oleh Kyu Hyun.

Kyu Hyun mengerjap, ‘jadi dia hanya ingin menanyakan buku ini’.

eoh, disana di sebelah ujung.” Kyu Hyun menunjukan jalannya pada Tae Rin.

“Benarkah? Terimakasih Kyu Hyun-ssi.” Kemudian Tae Rin berlalu begitu saja.
Dan untuk kesekian kalinya Kyu Hyun merasakan detakan jantung yang semakin menggila saat Tae Rin menyebutkan namanya. She is know my name….

Advertisements

3 responses to “[Short Story] She’s Know My Name

  1. Pingback: [Short story] We were Talking | SHYNIM97

  2. shoffie monicca

    itu tbc apa udh end ko gntungsih thorrr abisnya

  3. Ini berbentuk Short story, ada kelanjutannya. lihat di Liste Principale untuk kelanjutannya.

Suka? Isi kolom di bawah ini ya^^ thanks~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s