[Drabble] Become a Maid For a Day

I hate plagiarism

i don’t need your existence.

 

Kyu Hyun merapikan pakaiannya, ia takut penampilannya kusut dan berantakan. Kini, ia sedang berada di depan pintu rumah kekasihnya. Kim Tae Rin.

Kyu Hyun menunggu Tae Rin membukakan pintu untuknya. Padahal sudah lebih dari 5 menit Kyu Hyun menunggu, tapi kekasihnya tak kunjung membukakan pintu untuknya. Kemana dia?

Baru saja Kyu Hyun akan menekan bel lagi, tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan tubuh ringkih Tae Rin yang menggunakan jaket tebal beserta celana training panjang. Wajahnya pucat pasi dengan gigi bergemeletuk tanda Tae Rin sedang kedinginan. Bibirnya juga pucat tidak seperti biasanya.

“Tae Rin-a!!!!!!”

~~~~

“Kenapa tidak memberitahuku?” Kyu Hyun membopong tubuh Tae Rin ke kamarnya setelah tadi tiba-tiba tubuh Tae Rin terjatuh. Gadis ini keras kepala sekali. Padahal, kalau Tae Rin mengabarkannya, ia pasti bersedia merawatnya seharian.

“Aishh kau kenapa bisa seperti ini? Dasar gadis keras kepala.”

Kyu Hyun membaringkan tubuh Tae Rin diatas kasur empuknya. Lalu menyelimutinya sampai sebatas dagu.

Kyu Hyun menempelkan telapak tangannya diatas dahi Tae Rin. Kyu Hyun berjengit saat mengetahui suhu tubuh gadisnya sangat tinggi. Buru-buru Kyu Hyun berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan kompresan untuk Tae Rin.

~~~~

Tae Rin terbangun 2 jam setelahnya, badannya sangat lemas sekali, sampai-sampai ia tidak merasakan tulangnya. Sungguh, saat ini ia hanya ingin berbaring seharian.

Kemudian ia merasakan ada sesuatu di atas dahinya. Sebuah kain basah.

Ia  teringat, bukankah tadi ia membukakan pintu untuk Kyu Hyun? Lalu, dimana kekasihnya itu? Tae Rin menepuk dahinya. Lalu, perlahan Tae Rin mulai bangun dari kasurnya. Berjalan dengan tertatih ke arah pintu kamarnya.

Samar-samar ia mendengar suara tv di ruang tengah. Pasti itu Kyu Hyun. Apa ia harus kesana? Logikanya menolak, bagaimana ia bisa kesana sementara berjalan saja sulit, kakinya seperti agar-agar.

Tapi… Bagaimana dengan Kyuhyun? Kasian kan kemasihnya iti sudah menunggunya lama? Terlebih lagi hari ini mereka ada janji kencan.

Tapi, bagaimana ini? Tubuhnya sangat lemas sekali.

Akhirnya Tae Rin memutuskan untuk tetap berada di kamarnya dan kembali berbaring di kasurnya. Lalu, ia mulai mengirim pesan kepada Kyu Hyun.

To : Kyu Hyun

Bisakah kau kesini? Aku haus sekali.

Tae Rin meletakan kembali ponselnya di atas nakas. Tak berapa lama, pintu kamarnya terbuka. Kyu Hyun berdiri di sana dengan membawa segelas air putih dan mangkuk.

Tae Rin menebak, pasti itu bubur untuknya. Kekasihnya itu sangat perhatian sekali. Diam-diam ia tersenyum samar. Kalau begini, lebih baik ia sakit setiap hari, dengan begitu Kyu Hyun akan terus memberikan perhatian untuknya.

“Kau sudah bangun?” Kyu Hyun menaruh mangkuk di nakas dan memberikan gelasnya pada Tae Rin.

Tae Rin menerimanya dan langsung meneguknya sampai habis.

“Pelan-pelan saja.” ujar Kyu Hyun sambil mengambil kembali gelas itu lalu menaruhnya di atas nakas.

Tangan Kyu Hyun terjulur menyentuh dahi Tae Rin, panasnya sudah agak turun. Tetapi masih agak hangat.

“Ini, makanlah. Maaf kalau rasanya tidak enak, hanya itu yang bisa aku buat.”

“Tidak apa-apa, aku tahu rasa masakanmu,” Tae Rin tersenyum, lalu menunjuk mulutnya.

“A a aa… Cepat aku mau makan.”

“Lain kali jangan sakit lagi, merepotkan. kau tahu?”

“YAAA!!!!”

~~~~~

LOL gak tau kenapa tiba-tiba buat cerita kaya gini, cuman ngebayangin gimana caranya dapet perhatian dari pacar saat sakit hahaha jadilah cerita absurd tak pantas ini xD

Advertisements

Suka? Isi kolom di bawah ini ya^^ thanks~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s