Coffee Shop part 1

Coffe Shop

Author                                  :               LittleSparks

 

Tittle                                      :               Coffee Shop

Main Cast                            :               – Eunhyuk (SJ)

 –  Park Shin Rin (OC)

Genre                                   :               comedy romance

 

Ratings                                 :               PG-17

                             

~~~~

Shin Rin POV

Pagi ini seperti biasa, masih terlihat sama dengan hari-hari sebelumnya –tapi besok pagi mungkin hari yang aku rasakan akan berbeda. Oh ya perkenalkan aku, Park Shin Rin. Seorang gadis yang terlahir di keluarga terpandang, tapi sayang –aku hidup selalu dalam pengawasan. Bayangkan saja, semua yang aku lakukan harus dengan persetujuan ayahku –padahal dia tidak pernah memperhatikanku, saat aku bangun dipagi hari –dia sudah berangkat ke kantornya, Dan saat dia pulang aku sudah tidur. Aku mengerti dengan pekerjaan Ayahku itu, tapi apa dia lupa bahwa dia mempunyai seorang anak?

Ibu? Ibuku sudah meninggal 10 tahun yang lalu, saat aku berumur 15 tahun. tepat sehari setelah ulangtahunku yang ke 15 tahun –tepatnya saat tanggal 3 April, dia meninggal karena kanker otak. Sebenarnya dia bisa sembuh –tapi sayang dia terlalu keras kepala untuk melakukan operasi. Aku rindu ibuku, dulu dialah yang selalu menemaniku saat aku kesepian tidak memiliki teman, bagaimana aku punya teman? Aku dilarang untuk bergaul dengan anak-anak tetangga, bahkan sekolah pun aku menggunakan home schooling. Naas? Pasti kalian menilai hidupku seperti itu.

Hari ini –seperti yang kubilang tadi bahwa esok akan menjadi hari yang beda, aku ingin pergi untuk sementara dari rumah ini, tekadku sudah bulat. Aku tidak ingin terus-terusan membayangkan bagaimana rasanya hidup di luar sana. Ibaratkanlah aku adalah burung merpati yang lepas dari sangkarnya.

“young-ah” panggilku kepada salah satu pembatu rumah tanggaku, dia seumuran denganku.

“ya nona” jawabnya sambil menghampiriku

“bagaimana dengan semuanya? Apa semua sudah beres?”  tanyaku

“mm” dia mengangguk “semuanya sudah aku tangani dengan baik”

“Bagus, baiklah aku akan pergi sekarang” ujarku sambil menepuk bahunya “gomawo”

Dia mengangguk.

Akupun berlalu dengan seluruh perasaan yang berkecamuk di dalam hatiku. Tidak, tekadku sekarang sudah bulat, aku tidak ingin mengubahnya lagi.  Aku keluar lewat pintu belakang rumah, ayoung sudah menyiapkan mobilku yang –sama sekali tidak pernah aku pakai. Begitu sudah sampai teras belakang, semuanya terlihat sepi –bahkan dari saat aku keluar kamar, ayoung meang pintar, aku menyuruhnya memasukan obat tidur di semua makanan, kecuali Ayahku. Dia sudah berangkat pagi sekali.

Semuanya terlihat kosong, mobilku sudah berada di samping rumah, aku ragu apa aku bisa menyetir dengan lancar, karena selama ini –aku hanya berlatih dengan simulator mobil yang ada di dalam kamarku. Akupun masuk kedalam mobil, dashboardnya bersih tanpa ada debu.  Untuk sementara aku hanya terdiam memandangi interior mobilku. Ini keren! Batinku.

Aku mulai menstarter mobilku, kuinjak gas nya. Mobilku bergerak, jantungku berpacu melawan adrenalin. Semakin lama kecepatanku bertambah, hingga keluar dari ‘sangkar’ ku selama ini. AKHIRNYA SANG MERPATI BEBAS LEPAS DARI SANGKARNYA!!!!!!

Auhtor POV

Ditempat berbeda, seorang pria mengemasi barangnya ke dalam koper besar. Tujuannya adalah untuk melepas stres yang ada di fikirannya. Ia melakukan penyamaran –kacamata , rambut, tahi lalat, bahkan behel, Sekarang ia terlihat seperti kutu buku. Ia bergegas turun, menuruni anak tangga –padahal ia bisa memakai lift, tapi mungkin itu salah satu rencananya.sesampainya di lantai dasar ia bergegas pergi ke halte bus terdekat. “Utunglah tidak ada yang mengenaliku” pikirnya. AKHIRNYA AKU BISA MENGHIRUP UDARA BEBAS LAGI!!!!!

Eunhyuk POV

Sudah lebih dari 10 menit aku duduk di halte bus sialan ini, setiap bus yang lewat semuanya penuh. Niat ingin kabur malah jadi seperti ini. “Baiklah eunhyuk, jangan seperti ini! Kau harus tahan hidup seperti ini lagi, Fighting!” ucapku bersemangat. Tak berapa lama, sebuah bus dari arah aku datang tadi tiba, okay semuanya akan dimulai sekarang.

aku melangkahkan kakiku –masuk kedalam bus itu, tidak begitu ramai tapi tidak bisa dibilang sepi juga. Aku memilih duduk di bangku paling depan dekat supir agar lebih mudah untuk turun dan tidak berdesakan. Cuacanya cerah, sangat mendukung rencanaku hari ini.  Tujuanku? Aku tidak tau kemana sebenarnya tujuanku, tapi sepertinya aku akan pergi ke pinggiran kota seoul, mungkin disana aku akan mencari pekerjaaan, untuk uang saku. Sampai saat ini tidak ada yang mengenaliku sebagai seorang idola –maksudku sebagai Eunhyuk SUPER JUNIOR. Mungkin mereka akan menganggapku sebagai pria cupu yang tak pantas di dekati sama sekali. Berarti rencanaku sepenuhnya berhasil, aku sudah memperhitungkan semuanya. Tidak akan memakai ATM-ku, karena kalau aku memakainya mereka –para anggota super junior dan SMEnt akan tau dimana aku berada. Aku sudah menaruh surat di atas meja dekat ruang tamu apartement.

Aku menulis tentang mengapa aku pergi dari dorm dan kenapa aku tidak memberi tahu mereka semua –termasuk leeteuk hyung. Sebenarnya aku juga tidak enak hati dengan mereka semua, bagaimanapun juga aku meraih sukses berkat super junior. Tetapi, kadang aku dirundung perasaan bosan akan karir dan hidupku. Aku ingin hidup seperti namja-namja biasa lainnya, yang bisa jalan kemanapun mereka mau. Aku tau, aku seperti ini juga karena sebuah usaha yang aku tempuh selama bertahun-tahun, menjadi trainee dan sebagainya. Tapi percayalah, hidup setelah sukses menjadi idola itu tidak selalu berjalan mulus, banyak yang harus kita perhatikan agar tidak terlibat dalam scandal, harus menjaga image dari public, memasang topeng disetiap pertemuan dan sekarang aku sedang dalam titik terjenuhku.

Tak terasa bus yang membawa aku pergi hampir keluar kota, sesampainya di salah satu halte aku langsung turun dari bus, memikirkan itu semua mungkin tidak ada habisnya sama sekali, pasti ada saja yang akan difikirkan.

Shin Rin POV

Aku tak tau arah, sungguh. Sudah lebih dari 2jam aku mengendarai mobil ini, aku tidak tau dimana ini. Mobilku sama sekali tidak ada GPS, bagaimana tidak ini adalah mobil pemberian terakhir ibuku sebelum dia meninggal sekaligus kado ulangtahunku yang ke-15. Sudah 10 tahun tapi peformanya masih sangat bagus. Aku berhenti di sebuah pemberhentian bus. Ada seorang pria sedang menatap datar kearah jalan. Aku berniat bertanya padanya, barangkali dia tau ini ada dimana dan dimana tempat makan terdekat dari sini, perutku sudah sangat lapar.

Aku menurunkan kaca mobilku “jeosonghamnida, bisakah aku bertanya sesuatu?” sungguh aku tidak tau bagaimana caranya bertanya kepada orang asing.

Orang itu menengok kepadaku, sungguh penampilannya sangat err aneh. “ne? Anda bertanya kepadaku?” tanyanya balik sambil menunjuk dirinya. Astaga, memang ada orang lain lagi di halte ini? Aku menarik nafas “ya agasshi, memangnya ada orang lain disini?” ucapku sedikit jengkel.

Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru halte, lalu dia tersenyum menampilkan deretan gusinya. “Maaf saya tidak tau, baik anda mau bertanya apa?” ucapnya sambil menggaruk tengkuknya.

“hm nama daerah ini apa? Dan dimana restaurant terdekat disini?” tanyaku lagi

Dia diam, seperti sedang berfikir. Lalu dia tersenyum lagi, asihh kenapa orang ini senang sekali tersenyum?

“begini agashi” ujarnya “saya tidak tau ini dimana karena saya juga baru tiba disini beberapa menit yang lalu, tapi bisakah beri saya tumpangan? Mungkin nanti dijalan saya akan hafal ini dimana” lanjutnya.

Aku berpikir sebentar, pikiran-pikiran lain mulai muncul di dalam benakku. Apakah dia akan bertindak jahat kepadaku? Atau memang dia seorang penjahat? Tapi kalau dilihat dari penampilannya itu sama sekali tidak mungkin. “hm, baiklah silahkan masuk”

Dia masuk kedalam mobilku, disamping kemudi. Dia menjulu kan tangannya kepadaku “hallo, namaku Kim EunJae, panggil saja EunJae”

Eh? Namanya seperti perempuan? Aku pun menjabat tangannya “namamu seperti perempuan? Hm baiklah namaku Ahn Ahra, panggil saja Ahra”. Dia mengangguk mengerti.

“oke cepat injak gasmu, aku akan menunjukan jalan” katanya

Akupun mengganguk dan langsung menginjak gas.

TBC

Advertisements

Suka? Isi kolom di bawah ini ya^^ thanks~

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s